Sinopsis My Lovely Girl Episode 6 Part 1



"kenapa kau tidak menjawab telpku" ucap Shi Woo. Se Na baru melihat ponselnya dan meminta maaf. Shi Woo tersenyum "kenapa kau terus membuat jantung berdebar-debar?" tanyanya. Hae Yoon melihat artis yang ia cari datang langsung memanggilnya. "Shi Woo... apa yang terjadi? apa yang kau maksud tadi". Shi Woo merasa tak suka ada Hyun Wook dan Hae Yoon di dekatnya. 

Hyun Wook melihat Shi Woo masih belum membuat keputusan. Shi Woo mengatakan ia masih punya waktu sampai hari ini untuk memustuskan. Hyun Wook binggung, "aku masih punya waktu hari ini, jadi tidak ada yang melihatku!!! kecuali Se Na" tegas Shi Woo.  Lalu dia menarik Se Na untuk berbicara. Hyun Wook hanya bisa diam melihat Se Na yang ditarik oleh Shi Woo. 


Shi Woo membalik-balikan buku di depannya, Se Na binggung apa sebenarnya yang dilakukan Shi Woo. "aku mencari-cari lagu" jelas Shi Woo. Se Na bertanya kembali, untuk apa Shi Woo mencari lagu. Dan Shi Woo memberikan pilihan, untuk membuatnya, mendapatkannya atau menyanyikannya. "menurutmu, apa yang mana jawabannya?" tanyanya. 

Se Na heran kenapa Shi Woo ingin bernyanyi di tempat karaoke dengannya. Shi Woo menegaskan itu karena Se Na, sekarang di kepalanya banyak hal yang rumit dan Se Na membuatnya ingin bernyanyi. Dia memuji lagu yang dibuat Se Na itu bagus, tapi menurutnya akan lebih bagus lagi kalau ia yang menyanyikannya. Se Na pikir itu sudah pasti karena Shi Woo itu seorang penyanyi. 

Shi Woo menjelaskan, sekarang bagian nyanyinya 3 menit 42 detik, tapi kalau di Infinite power ia hanya menyanyi 40 detik. Dan ini adalah pertama kalinya ia merekam lagu sendirian. Dia merasa sangat aneh. Se Na menatap Shi Woo, dia mengambil buku lagu menurutnya Shi Woo akan kehabisan waktu dan membuang-buang uang. Dia memiilih satu lagu untuk dinyanyikan. 

"ah... ini lagu yang aku suka" ucap Shi Woo melihat lagu pilihan Se Na. Dia mulai menyanyi lagu pilihan Se Na dan Se Na duduk dengan tersenyum melihat Shi Woo bernyanyi.


Hae Yoon dan Hyun Wook sedang makan malam bersama. Hae Yoon masih tak habis pikir dengan yang dilakukan Hyun Wook, menurutnya sikap Shi Woo itu terlalu berlebihan. Dia tak percaya setelah lama menghilang Shi Woo hanya ingin bertemu dengan Se Na saja. Hyun Wook pikir itu sudah cukup melegakan, melihatnya muncul apapun alasannya. 

"tapi aku tak percaya," ucap Hae Yoon. Dia melihat Shi Woo yang sudah dewasa dan ia tahu perusahaan itu mencemasknnya, tapi ia malah mencari yang Se Na bukan perusahaan. Hyun Wook mengingatkan Hae Yoon itu yang mengajaknya makan malam bersama. Hae Yoon tersenyum, dia memberikan bayam dan rumput laut yang baik untuk Hyun Wook. 

Hyun Wook tersenyum, dia pikir Hae Yoon melakukan itu karena ia memang tak suka dengan makanan itu. Hae Yoon karena itu mereka terlihat cocok sekarang, menurutnya gadis yang suka kaki ayam tidak akan bertemu dengan pria penyuka dada ayam.Lalu ia mengajak Hyun Wook untuk makan. 

Hae Yoon melihat wajah Hyun Wook yang makan. Hyun Wook mencoba mengunyah makannya, tapi ia teringat dengan pertanyaan Shi Woo pada Se Na. "kenapa kau terus membuat jantung seseorang berdebar". Lalu ia melihat jam tangannya. 


Shi Woo menyanyi sendirian, Se Na duduk terdiam, pikirannya seperti tidak ada di ruangan itu.  Dia teringat dengan ucapan Hyun Wook yang menilai lagu Se Na dibuat saat hatinya sedang berdebar-debar. Tapi dia belum bisa mendengar komentar Hyun Wook tentang lagunya. 

Di layar karaoke tertulis "kau harus lebih banyak berlatih". Shi Woo kesal karena ia hanya mendapatakan nilai 46 saat bernyanyi. Se Na tersenyum,  menurutnya Shi Woo itu harus lebih berkerja keras lagi untuk menjadi seorang penyanyi. Shi Woo berdalih seharusnya Se Na bisa mengakui bahwa ia adalah infinite power. Tapi dia berpikir lagi, ia bukan anggota infinite power. 


Ponselnya berbunyi, ada telp dari Rae Hoon. Dengan malas dia mengangkatnya karena sebenarnya ia sudah tidak ada urusan lagi dengannya. "mengapa kau tidak menyingkirkan ibumu?" ucap Rae Hoon. Shi Woo binggung. Rae Hoon meminta Shi Woo supaya menyuruh ibunya meninggalkan rumahnya sekarang juga. Shi Woo terlihat marah dengan ucapan Rae Hoon. 

Dia keluar buru-buru dan pamit pada Se Na. Saat masuk mobil Se Na ikut masuk ke dalamnya. Shi Woo menyuruh Se Na untuk keluar, Se Na menolaknya, kalau ia membiarkannya pergi maka akan membuatnya repot. Shi Woo pikir ini tak akan menganggunya. Se Na menegaskan itu bukan dirinya tapi untuk presdir. "bukan ini mendesak?" ucapnya. Mereka buru-buru pergi dengan memasang sabuk pengaman. 


Ibu Shi Woo berdiri di depan rumah Rae Hoon, dia meminta tolong pada ibu Rae Hoon untuk membawa Shi Woo ke infinite power, dia yakin Rae Hoon akan mendengarkan ucapannya ibunya. Ibu Rae Hoon tak peduli dengan yang dikatakan ibu Shi Woo. Ibu Shi Woo memohon, dia akan membantu kalau ia sedang binggung. "aku tidak tahu.... hei cepat hubungi polisi" teriak ibu Rae Hoon kesal. 

Shi Woo datang, dia kesal dengan kelakukan ibunya. Ibu Rae Hoon menceritkan ibunya sudah seperti ini selama satu jam. Shi Woo tak percaya hanya dengan kejadian ini Ibu Rae Hoon ingin menghubungi polisi. Ibu Rae Hoon takut ada pers yang mengambil gambar dan ia tidak bisa berpikir apa yang akan terjadi dengan ia dan anaknya. "cepat bawa ia pergi... Dasar orang-orang yang menyusahkan" umpatnya. 



Shi Woo menarik ibunya, tapi ibunya meminta setidaknya ibu Rae Hoon bisa mengambil barang yang ia bawa. "cepat ikuti aku" teriak Shi Woo kesal. Se Na melihat Shi Woo menarik wanita paruh baya. Di tengah jalan, ibunya melepaskan tangannya. Shi Woo marah dengan yang ibunya lakukan. Ibunya sudah membaca artikel yang ada di internet, dia memikirkan Shi Woo yang dikeluarkan dari infinite power. 

Ibunya meminta Shi Woo tetap disini, dia akan melakukan apapun untuk anaknya. Shi Woo tak pecaya ibunya akan mengemis pada ibu Rae Hoon. Dia menanyakan tentang kepercayaan ibunya, menurutnya seharusnya ibu tidak perlu melakukan itu kalau ia percaya pada anaknya. "kau pikir aku tidak bisa melakuannya? kau tiba-tiba takut, mengapa?" teriak Shi Woo. 

Shi Woo pikir ibunya takut ia tidak bisa memberikan uang lagi. Ibunya tidak berpikir seperti itu. Shi Woo menegaskan dirinya itu jika ia tidak bisa menjadi penyanyi, ia bisa menghasilkan uang dengan cara yang lain. "pulanglah... berhenti membuatku malu" perintahnya. Se Na datang meminta Shi Woo menghentikan ucapannya, dia menanyakan keadaan ibu Shi Woo. 

"jangan ikut campur urusannku. Kau tidak perlu membantuku " ucap Shi Woo, lalu ia berjalan pergi.


Se Na hanya melihat Shi Woo yang pergi meninggalkan ibunya, lalu ia menawarkan diri untuk memanggilkan taksi untuk ibu Shi Woo. Tapi ibu Shi Woo menolaknya, "apakah kau datang bersama putra ku?" tanyanya. Se Na mengangguk, Ibu Shi Woo meminta Se Na untuk cepat pergi, dia tahu anaknya itu sedang frustasi. Lalu ia memegang tangan Se Na memohon untuk bisa merawat anaknya.  


Se Na menemui Shi Woo yang berdiri di samping mobilnya. Se Na datang, dia berkomentar sikap Shi Woo itu terlalu kasar pada ibunya. Shi Woo merasa Se Na itu sudah melewati batas karena ia hanya anak magang. Se Na tersenyum sinis, ia akan mengatakan satu hal pada artis idola dari orang anak magang yang tidak berharga. "kau benar-benar menyedihkan" ucapnya. 

Dia melihat ibunya melakukan itu semua karena ia sangat mengkhawatirkannya. sementara ia pergi ke tempat karaoke. "jadi kau ingin aku melakukan apa?" ucap Shi Woo. Selama ia di hotel ia memikirkan tentang apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia pilih. Tapi dia tidak bisa menemukan jawabanya karena ia merasa sangat takut. Menurut Se Na, Shi Woo bisa membicarakan hal itu dengan ibunya. 

Shi Woo menegaskan ibunya itu bukan orang yang bisa ia datangi saat ia sedang sulit. Lalu ia menarik nafas panjang, dia merasa keluarganya adalah beban untuknya, dengan memberikan makan dan pakaian. "aku kecewa padamu" ucap Se Na. Shi Woo pikir Se Na itu terlalu berharap banyak dengan dirinya. Se Na mengakui dirinya berharap pada Shi Woo karena ini pertama kalinya lagu ciptaannya di nyanyikan. 

"kau penyanyi pertamaku. Ku kira aku mengharap terlalu banyak padamu " jelas Se Na. Sekarang ia pikir akan melupaka semua yang ia harapkan pada Shi Woo. lalu ia pergi. Shi Woo seperti kesal sendiri dengan menendang kakinya di tanah. Saat berbelok, Se Na seperti merasa bersalah meninggalkan Shi Woo. Dia berjala kembali tapi Shi Woo dan mobilnya tidak ada. 


Hyun Wook dan Hae Yoon berjalan setelah makan malam. Dia akan menunggu sampai sepuluh, kalau tidak menelp... belum selesai ia berbicara ponsel Hyun Wook berbunyi. Hyun Wook pikir tidak ada yang perlu dilakukan oleh Hae Yoon melihat nama orang yang nelponnya. Se Na meminta maaf, karena Shi Woo pergi. Dia pikir seharusnya ia tidak meninggalkan Shi Woo sendirian. 

Se Na merasa semua itu kesalahannya, Hyun Wook binggung kenapa Se Na merasa itu kesalahanya, menurutnya apa yang dilakukan Shi Woo adalah tanggung jawabnya sendiri. Ia akan mengurusnya dengan semua yang akan terjadi nanti. Jadi Se Na tidak perlu khawatir. Se Na mengerti, lalu Hyun Wook seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia hanya mengatakan untuk menyuruhnya pulang dan istirahat. 

Hae Yoon seperti tak suka mengetahui yang menelp itu Se Na. Dia menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, ia pikir Shi Woo kabur lagi. Hyun Wook yakin Shi Woo akan datang nanti malam. Hae Yoon berpikir apa yang akan mereka lakukan kalau Shi Woo tidak datang. Hyun Wook tersenyum, "dengan begitu dia tidak kita melakukan apapun" ucapnya santai. 


Shi Woo mengendarai mobilnya, dia berhenti di pinggir lalu menangis. Ia teringat ibunya yang memohon supaya anaknya bisa dia ambil oleh anggota infinite lagi. Ibu Rae Hoon mengatakan Shi Woo dan ibunya adalah orang yang merepotkan. Lalu ia melihat ibunya yang jatuh lemas ditanah. Se Na mengatakan Shi Woo itu orang pertama yang menyanyikan lagunya. jadi ia berharap lebih padamu. 


Hyun Wook dengan santai bermain games dari ipadnya. Hae Yoon melihat Hyun Wook tidak terlalu khawatir. Hyun Wook mengakui dia sangat khawatir makanya ia akan menyelesaikan games itu.Hae Yoon melihat Hyun Wook masih bercanda saja dengan keadaan seperti ini. "oppaaaa" panggilnya merajuk. "apaaa? kau ingin mencobanya, ini sangat menyenangkan" ucap Hyun Wook. 

Hae Yoon menghela nafas, menurutnya ia sekarang bisa melihat Hyun Wook yang tidak berubah. Dia pikir selama ini Hyun Wook sudah serius dan percaya diri. Hyun Wook hanya tersenyum, ia tak menyangka dirinya kembali seperti dulu. Hae Yoon menyangkalnya, dia melihat sekarang Hyun Wook itu seperti kesepian. Tapi dia memuji Hyun Wook yang semakin tampan dengan cara seperti itu. 

Hyun Wook meninggalkan ipadanya sejenak, ia seperti tak suka Hae Yoon memujinya. Hae Yoon hanya tersenyum, lalu ia mendekat meminta Hyun Wook mengajarkannya. Dengan santai Hyun Wook memegang tangan Hae Yoon untuk mengajarkan bermain games. Tapi Hae Yoon terlihat gugup saat tangan kanannya di pegang oleh Hyun Wook. 


Shi Woo masuk ke dalam ruangan, Hae Yoon buru-buru pindah dari duduknya. Hyun Wook tersenyum melihat Shi Woo yang datang ke kantor. "kau akhirnya disini" sapanya. Shi Woo protes karena menurutnya sikap Hyun Wook berlebihan karena tidak menghubunginya. Hyun Wook mengulangi perkataan Shi Woo, mereka semua tidak perlu mencari nya. 

"apa keputusanmu?" tanya Hyun Wook. Shi Woo memutuskan akan bersolo karir lalu memalingkan wajahnya. Hae Yoon senang mendengarnya, Hyun Wook tersenyum, dia menyuruh Shi Woo pergi dan beristirahat. Shi Woo tak percaya karena menyuruhnya pergi dan beristirahat. Hyun Wook mengatakan ia akan memberitahu rencananya, dengan memulai berlatih vocal dan koregrafi. 

Lalu ia mengajak Hae Yoon pergi, "kau bisa lihat apa yang kita lakukan di hari minggu karena mu" sindir Hyun Wook. Shi Woo masih tak percaya Hyun Wook itu punya rencana untuknya. Hyun Wook menegaskan dirinya itu tidak akan berkerja tanpa rencana. Shi Woo hanya bisa menghela nafasnya. 


Se Na sedang duduk sendirian dia taman, ia seperti menyesal karena sudah meninggalkan Shi Woo. Hyun Wook yang akan pulang melihat Se Na yang duduk sendirian ditaman. Se Na mengeluarkan ponselnya, saat itu juga Hyun Wook menelpnya. Dia tahu Se Na sedang khawatir, dia memberitahu Shi Woo sudah datang ke  kantor dan memutuskan untuk bersolo karir.

"benarkan?? itu sangat melegakan" teriak Se Na tak percaya, ia tak sadar Hyun Wook menelp tak jauh darinya. Hyun Wook merasa Se Na terdengar sangat bahagia, dia pikir Se Na benar-benar mengkhawatirkan Shi Woo. Se Na menyangkalnya, dia mengakui sedang mengkhawatirkan seseorang. Hyun Wook berjalan mendekat "apa kau nyaman duduk disini?" ucapnya. 

Se Na melihat Hyun Woo yang sudah di sampingnya, ia binggung kenapa Hyun Wook menghubunginya kalau ia bicara langsung denganya. Hyun Wook tetap bicara di telpnya, ia seperti itu karena ia punya bonus untuk menelp, lalu ia menutup telpnya. 


Se Na bertanya tentang keadaan Hae Yoon. Hyun Wook mengatakan mungkin saja ia baik-baik saja. "apa kau menikmati makan malam mu?' tanya Se Na yang terdengar cemburu. Hyun Wook berkata jujur, mereka tidak menikmatinya karena mengkhawatirkan Shi Woo. Dia mengucapkan terimakasih pada Se Na yang bisa merubah pikiran Shi Woo. 

"aku tidak melakukan apa pun" jelas Se Na. Hyun Wook tahu sepanjang hari ini mereka pergi bersama, jadi ia pikir Se Na sudah membahas masalah itu dan menasehatinya. Se Na menceritakan dirinya hanya pergi ke tempat karaoke lalu telp Shi Woo berbunyi. Hyun Wook terlihat kaget mengetahui Se Na pergi ke karaoke dengan Shi Woo. Se Na merasa keputusan Shi Woo itu bukan karenanya. 

Se Na memberitahu setiap ia bertemu dengan Shi Woo, hatinya selalu kesal. Menurutnya Shi Woo itu anak yang aneh. Hyun Wook seperti menghebuskan nafas panjang, lalu ia menyuruh Se Na pulang. Se Na tersenyum, ia ingin menumpang karena dirinya sangat lelah hari ini. Hyun Wook ikut memegang dadanya, dia juga merasa lelah hari ini. Se Na tak mau kalah menurutnya ia yang paling lelah. 


Hong Jong yang sedang berjalan kaget melihat Se Na sedang duduk dengan Hyun Wook. Dia ingin pacarnya itu terlihat baik karena Hyun Wook adalah presdir ANA. Keduanya tertawa bahagia sebelum menyapa Se Na. Dia memperkenalkan dirinya pada Hyun Wook, kalau ia teman satu rumah Se Na. Gong Chan mendengarkan dirinya teman dekat Se Na. 

Lalu Mereka mengajak Hyun Wook untuk minum bersama mereka. Gong Chan juga yang akan mentraktirnya. Se Na binggung dengan sikap dua temannya itu. Hong Jong menjelaskan mereka seperti itu karena Hyun Wook adaah tetangga mereka. Se Na mengajukan penolakan karena Hyun Woo sedang lelah. Hyun Wook menyangkalnya, dia setuju untuk minum bersama tetangganya. 


Mereka berempat makan di rumah Hong Jong. Gong Chan sengaja memesan daging bakar karena mereka kedatangan tamu. Se Na protes, karena mereka sering makan iga bakar. Lalu ia menanyakan apakah ANA itu akan berkerja sama dengan aktor. Hyun Wook tidak tahu, tapi ia belum memiliki rencana dengan itu. Gong Chan menyarankan Hyun Wook untuk membuat rencana berkerja sama dengan aktor.

Hyun Wook pikir ia akan melakukannya, Gong Chan kaget dengan keputusan Hyun Wook yang begitu cepat. Hung Jong membanggakan pacaranya itu berkerja sebagai model, tapi dia melihat Gong Chan lebih cocok menjadi seorang aktor. Dia membanggakan pacarnya yang punya wajah dan tubuh yang bagus. Se Na seperti tahu temannya itu sengaja mengundang Hyun Wook untuk mencari-cari kesempatan. 

Dia mengajak temannya untuk mulai minum saja. "bersulang untuk Se Na dan pemilik anjing tampan" teriak Hong Jong. Se Na dan Hyun Wook binggung, Hong Jong sadar ia salah mengucapkan kata-kata, dia memukul pacaranya untuk membantu. "demi menjadi aktor di ANA, mari kita minum, lagi, lagi dan lagi." teriak Gong Chan. 


Beberapa saat kemudian,Gong Chan sudah tertidur di paha pacarnya. Se Na dan Hong Jong sudah mulai sedikit mabuk. Se Na menceritakan dirinya saat part time, ia harus membawa 8 peti minuman dan lima ratus gelas. Hyun Wook tersenyum, lalu Se Na mengatakan dirinya itu bisa memakan kacang dengan melemparnya ke udara. Tap beberapa kali ia melempar malah terkena Hyun Wook. 

Hyun Wook kesal, ia mengira Se Na sengaja melakukan itu padanya. Dia akan mengambil kacang dari tangan Se Na, tapi Se Na menahannya. "kalian itu sangat cocok" teriak  Hong Jong. Dia menceritakan Se Na selalu saja mengatakan Hyun Wook itu pemiliki anjing gila. Hyun Wook terkejut, Hong Jong mengubahnya, itu dulu tapi sekarang Hyun Wook dianggap sebagai pemilik anjing yang tampan. 

Dia tahu Hyun Wook sudah membayar hutangnya dan memberika pekerjaan paruh waktu pada Se Na. Dia meminta supaya Hyun Wook tidak berubah pikiran dan terus mengurusinya. Se Na meminta temannya itu berhenti berbicara. Hong Jong menceritakan tentang hidup Se Na yang sangat sulit, dimulai dari kakaknya yang meningga lalu ibunya karena terguncang. Hyun Wook terlihat serius mendengarkannya. 

Hong Jong merasa sedih kalau melihat Se Na di depannya. Se Na pikir dirinya bersyukur karena masih hidup, menurutnya yang lebih buruk lagi adalah kakaknya. Dia tahu kakaknya itu ke Seoul untuk menjadi penyanyi, tapi kakaknya itu menderita dan tidak bisa menwujudkan impiannya. Lalu orang yang tinggal bersamanya pun tidak datang saat pemakaman. 

Hyun Wook hanya bisa melirik tajam. Se Na yakin kakakknya itu sangat sedih. Hong Jong mengumpat pria itu sangat brengsek. Se Na Setuju bahwa pria itu memang brengsek. Gong Chan yang sedang tertidur terbangun, ia merasa mereka sedang mengumpat dirinya. Hong Jong berteriak meeka tidak membicarakan dirinya, lalu menyuruh  Pacarnya tidur di dalam saja. 


Gong Chan yang pindah ke kamar, di ikuti oleh Hong Jong yang masuk ke kamar. Se Na tak bisa menahan mabuknya,  ia jatuh tertidur di sofa bed. Hyun Wook melihat Se Na yang tertidur disampingnya, dengan tanganya ia merabar rambut Se Na dengan ujung jarinya. Seperti ia menyesal karena tidak bisa datang ke pemakaman Soo Eun, kakaknya. Lalu ia memalingkan wajahnya. 


Sung Jin menemui Hyun Wook di bar, dia tak percaya temannya itu mengajak bertemu di tengah malam seperti ini. Hyun Wook meminta temannya untuk bertanggung jawab dengan dirinya, karena ia akan minum yang banyak sampai tidak ingat apapun. Sung Jin pikir, seharusnya Hyun Wook itu menghubungin Hae Yoon bukan dirinya. Hyun Wook menahan ponsel Sung Jin yang akan menelp Hae Yoon. 

Hyun Wook merasa menyesali tentang sikap dan tindakannya waktu dulu. Dia pikir dirinya nanti bisa mengatakan sesuatu padanya. Sung Jin bingung siapa yang dibicarakan Hyun Wook."Yoon Se Na?" tebaknya. Hyun Wook menuangkan wine, dalam diam.

Sung Jin tak bisa berpikir apakah Se Na bisa menerima bantuannya kalau tahu Hyun Wook adalah mantan pacar kakaknya. Menuruntnya, Hyun Wook harus bisa mengrahasiakan itu semua selamanya. Hyun Wook meminum habis Winenya. 


Shi Woo memberikan konferensi pers, dirinya tidak akan lagi mengunakan nama infinite power dan akan mulai sesuatu yang baru. Hyun Wook membaca berita Shi Woo dari ipadnya. Tae Min melihat sikap orang tidak terlalu buruk dengan yang mereka lakukan, hanya berapa anti Fans yang tidak suka dengan Shi Woo. Hae Yoon melihat sangat baik memperlihatkan Shi Woo ke media. 

Dia pikir ada banyak pengemar wanita bertambah, hanya karena konferensi pers. Pria berkacamata memuji Hyun Wook yang mengunakan pilihan yang tepat. Lalu Tae Min memula dengan memikirkan konsep dan lagu yang baru untuk Shi Woo. Si pria disampingnya, mengatakan tiger yang akan mengerjakan lagunya. Tae Min meminta Hyun Wook yang membuat lagu, karena ia melihat lagu Ciptaannya selalu hits. 

Hyun Wook menyindir Tae Min yang seperti berambisi, dirinya akan membuat lagu lagi. Tae Min tak bisa menyangkalnya dan hanya bisa diam. Hyun Wook mengutarakan pemikirannya, mereka akan membawa semua lagu dan memilihnya secara bersama-sama. Semua mengangguk setuju. Lalu Hyun Wook memberikan semangat, ketika infinite Power mengeluarkan lagu maka Shi Woo juga. 


Hyun Wook masuk ke dalam ruang rekaman, ia mengajak tiger untuk mengulang aransemen yang sudah dbuat oleh Se Na. Dia ingin suaranya lebih dibesarkan, supaya jantung orang yang mendengarkanya lebih berdebar-debar. Dia juga meminta tiger memasukan drum dan bass juga. Lalu beri sentuhan melodi untuk memberikan keseimbangan. 

Tiger menyarankan untuk mengunakan keyboard bukan organ, Hyun Wook melihat itu ide yang bagus. Tiger tersenyum, sekarang ia bisa melakukan semua kemampuannya. Se Na yang sejak tadi terdiam menanyakan apa yang harus ia lakukan. Hyun Wook menegaskan karena mereka tim, maka Se Na membuat lirik saat mereka sedang mengaransemen lagu. 

Dia meminta Se Na untuk mengubah perasaan wanita menjadi perasaan dari seorang pria. Se Na mengerti, tapi ia binggung kenapa sebagai tim mereka harus mengerjakan ini. Hyun Wook tersenyum, dia mengatakan sudah saatnya mereka bisa menunjukan semua pada dunia. 



Shi Woo mulai berlatih menyanyi bersama Sung Jin. Tapi Sung Jin masih belum mendengar Shi Woo mengunakan pernafasan perutnya. Dia juga mminta Shi Woo bisa membuka kepalanya supaya bisa selaras nadanya. Shi Woo memulai menyanyi lagi sampai suaranya tidak bisa menyentuh nada tinggi. Sung Jin meminta Shi Woo berhenti, dia sedikit memijat pundak Shi Woo. 

Ia melihat ototnya itu terlalu tegang, ia menyarankan untuk lebih santai dan relax lagi. Kalau tidak, maka suaranya akan tidak bagus keluarnya. Shi Woo mencoba lagi, tapi ia seperti merasa sakit dari lehernya. Sung Jin akhirnya mengajak Shi Woo istirahat saja. Shi Woo mengatakan ia bisa melakukannya. Sung Jin tahu, Shi Woo tidak tidur untuk berlatih , Shi Woo tak bisa menyangkal. 

"kau perlu belajar untuk istirahat" pesan Sung Jin. 


Sung Jin keluar, di depan sudah menunggu Hyun Wook. Lalu Sung Jin memberitahu tubuh Shi Woo yang masih tegang dan belum bisa santai. Menurutnya masih banyak tekanan di dalam diri Shi Woo. Tapi dia optimis Shi Woo akan lebih baik. Min Ah memanggil kakaknya, tapi dia mengakui kesalahannya harusnya ia memanggilnya Presdir Wook. 

"kau tidak mencariku, Nona Min Ah yang cantik?" goda Sung Jin. Hyun Wook langsung melotot pada temannya. Sung Jin mengerti, dia buru-buru pergi sebelum Hyun Wook marah. Hyun Wook tersenyum, Min Ah ingin membicarakan sesuatu pada kakaknya.


Presdir Lee melihat berita dari ponselnya, dia tak terima dengan berita yang ditulis oleh reporter itu. Dia menelp tuan Kim untuk meminta Reporter Park untuk bertemu dengannya. Dia tak bisa tingga dia membaca artikel yang ia tulis. Dia ingin memberikan satu set golf dan meminta reporter itu berpihak pada mereka. Hyun Wook langsung mengambil ponsel dari tangan ayahnya. 

Dia berbicara pada Tuan Kim untuk tidak perlu melakukanya. Ayahnya binggung melihat sikap anaknya. Hyun Wook menegaskan sekarang dirinya yang akan mengurus perusahan. Predir Lee merasa ia melakukan itu untuk membantu anaknya, dia tak terima melihat Shi Woo yang dicabik-cabik di artikel. Dia yakin Jae Young sudah membayar reporter itu. 

Hyun Wook meminta ayahnya untuk melakukan hal yang biasa ia lakukan. Dia melihat masih banyak artikel yang baik tentang Shi Woo. Ayahnya mengejek anaknya yang sangat naif. Hyun Wook pikir ia tidak naif, tapi ia ingin mengejarkan pekerjaan dengan cara yang kuat. Dia menyurh ayahnya mengursi keluarganya saja jangan berpikir tentang urusan perusahaann lagi. 

"Min Ah, menanyakan kepadaku apa sebenarnya yang terjadi" ucap Hyun Wook. Dia meminta ayahnya bisa merahasikan itu di depan Min Ah. Kalau tidak mungkin ia juga akan kehilangan anak putrinya. Sebelum pergi, ayanya mengajak Hyun Wook makan bersama. Hyun Wook menolaknya, dia tidak mau menghabiskan waktu dengan ayahnya. 


Hee Sun datang, dia melihat sikap Hyun Wook yang baik. Lalu ia membahas tentang rumah Dokko, menurutnya itu tak akan selesai karena suamianya itu punya banyak wanita. Presdir Lee meminta istrinya tidak membahasnya, karena ia tak mau Min Ah mengetahuinya yang akan membuat semuanya berantakan. Hee Sun pikir anaknya itu akan tahu setelah mereka berpisah. 

Lalu ia menyuruh suaminya makan sendiri. "kau dirumah seharian bahkan kau tidak masak?" teriak suaminya. Hee Sun menoleh pada suaminya, dia mengatakan suaminya juga berada dirumah seharian. Presdir Lee hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap istrinya. 


Se Na sedang belajar aransemen dengan memisahkan ketukan, Tiger yang sudah mengantuk memilih untuk pulang saja. Saat ia berdiri badannya terasa kaku Se Na tersenyum, dia mengucapkan selamat tinggal. Tiger menanyakan apa yang akan dilakukan Se Na. 

"aku masih akan tetap menulis lirik" Tiger menyarankan Se Na untuk membuat draft dulu baru nanti mereka bisa menuliskan liriknya. Se Na menolaknya, dia akan mengerjakan sendiri. Tiger pamit pergi, Se Na berpikir cara ia membuat lagu dengan mengunakan perasaan pria. 


Shi Woo sedang berlatih menari, tapi dengan gaya memutar membuat tubuhnya jatuh beberapa kali. Se  Na melihat dari pintuk kaca. Se Na memuji Shi Woo yang sudah berkerja keras. Shi Woo menanyakan kenapa Se Na ada dikantor ditengah malam. Se Na mengatakan ia sedang menulis lirik. Lalu ia berjalan duduk disamping Shi Woo. 

"apa kau sudah berbaikan dengan ibumu?" tanya Se Na. Shi Woo pikir itu tidak perlu karena menurutnya itu tidak menyenangkan. Se Na pikir Shi Woo harus melakukannya kalau tidak ia pasti akan menyesal. Shi Woo mengejek Se Na sebagia anak yang baik. Se Na tersenyum, ia pernah mendengar kalau anak akan menjadi baik setelah orang tuanya meninggal. 

Shi Woo menduga ornng tua Se Na sudang meninggal. Se Na menceritaka ia tidak tahu tentang ayahnya, dan ibunya suda meninggal. Shi Woo mengatakan turut berduka cita. Se Na tertawa, Shi Woo menegaskan dirinya mengatakan itu dengan tulus. Se Na mengucapkan selamat karena Shi Woo kembali menjadi penyanyi sekarang. "aku tidak pernah meninggalkannya" tegas Shi Woo. 


Se Na ingin pergi, tapi ia ingat sesuatu. "hei... apa itu perasaan seorang pria?" tanyanya. Shi Woo meliriknya. Lalu Se Na menjelaskan ia sedang membuat lirik untuk Shi Woo. Dan Presdir Woo menyuruhnya untuk mengulang menulis lirik dengan mengunakan perasaan seorang pria. Dia yakin Shi Woo tahu dengan hal itu karena ia seorang laki-laki. 

Shi Woo langsung mendekatkan wajahnya pada Se Na, lalu ia terlihat gugup. Se Na mendorong kepala Shi Woo dengan jarinya,  menurutnya tindakan Shi Woo itu tidak akan membantunya membuat lirik. "mengapa kau berpikir keras tentang itu?"tanya Shi Woo. Dia tahu lagu Se Na itu menceritkan tentang perasaan seorang wanita yang menyukai seorang wanita. 

Menurutnya Se Na tinggal membalikan saja perasaan itu, dengan memikirkan perasaan pria yang menyukai seorang wanita. Se Na mengutarakan dirinya itu tidak bisa membayangkan dan merasakannya. "ah.. apa yang kau rasakan saat menyukai Ra Eum?" tanya Se Na.  Shi Woo mengatakan ia tidak ingat, Se Na memohon dan ia akan merahasiakannya. 

"lupakan saja" ucap Shi Woo. Se Na tetap memohon, dia akan merahasiakan tentang yang terjadi saat di hotel. Shi Woo mengumpat wanita yang di depannya itu sangat menyebalkan, lalu buru-buru pergi. Se Na berlari mengejar Shi Woo untuk mengatakan padanya. 

Bersambung ke Part 2 

Share this post :

Đăng nhận xét

 
Support : Mas Template
Copyright © 2011. Free Download Movies - All Rights Reserved
Share by BIT Templates Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger