Sinopsis My Lovely Girl Episode 6 Part 2


Se Na, Tiger dan Hyun Wook sedang mendengarkan lagu yang sudah diaransment ulang. Hyun Wook melirik pada Se Na, wajahnya terlihat kaku. Se Na yang duduk disampingnya tegang, ia ingin mengetahui penilaian Hyun Wook pada lagunya. Hyun Wook tersenyum "kerja yang bagus" pujinya. 

Dia melihat liriknya juga lebih bagus, jadi dia meminta mengubah menjadi versi pria setelah itu tiger harus mengirimkan filenya. "Presdir.. apa sebenarnya rencanamu?" tanya Tiger penasaran. Hyun Wook dengan bangga dan membentangkan tangannya, dia berencana untuk menjualnya. Se Na tersenyum sumringah. 


Semua tim mendengarkan lagu untuk Shi Woo. Tae Min menilai lagu pertama sangat berkaitan, dia memuji Tiger yang bisa melakukan ini semua. Tapi pria disampingnya lebih suka dengan lagu dari Dive, Hae Yoon juga merasakan hal yang sama. Dia melihat citra Shi Woo itu seperti pria yang tak punya salah, menurutnya Shi Woo harus memiliki image Sexy dalam album come backnya. 

Hae Yoon lebih suka dengan lagu kedua. Lalu salah satu staff tahu Predir Wook memiliki satu lagu lagi. Tae Min tahu, ia pikir itu lagu buatan Hyun Wook sendiri. Hyun Wook meminta semuanya untuk mendengarkan lagunya lebih dulu. 


Setelah mendengarnya, staff medengar lagunya itu fresh. Tae Min mendengar melodinya mudah di ingat tapi menurutnya terlalu sederhana. Staff lain juga merasa tidak ada koreografer yang kuat dalam lagu itu.  Tae Min merasa Produser Seo akan menampilkan konsep yang kuat. Presdir Wook menegaskan memang saatnya mereka untuk menampilkan yang berbeda. 

Si Staff berkacamata setuju, mereka harus menampilkan sosok Shi Woo yang pernah ditinggalkan oleh infinite power. Seperti sebuah pembuktian. Tae Min masih sangsi bisa berhasil dengan lagu itu. Staff mengira itu lagu buatan presdir Wook. Hae Yoon meminta mereka untuk membahas tentang lagu saja. Hyun Wook ingin di project Shi Woo solo tidak ingin mengunakan konsep infinite power lagi. 

Menurutnya lagu yang diputar tadi bukan pilihan yang buruk untuk penampilan secara Solo. Dia meminta pendapat para staffnya. Si pria kacamata suka dengan lagu ke tiga, Tae Min dan Hae Yoon juga setuju. Semua sudah diputuskan untuk mengunakan lagu ketiga. Tae Min tak percaya produser yang kembali peluangnya lebih sukses setelah istirahat. 

Hyun Wook tersenyum, ia memberitahu bahwa itu bukan lagu miliknya. Tae Min kaget, Hyun Wook mengatakn itu lagu buatan Yoon Se Na yang sebenarnya dibuat untuk pertaruangan melawan Produser Seo. Tae Min tak terima, dia merasa tertipu.  Hyun Wook menyindir Tae Min yang menilai lagu setelah mengetahui produsernya. 


Hyun Wook akan pergi menemui Shi Woo, tapi Hae Yoon memanggilnya, dia pikir kalau Hyun Wook tidak suka dengan lagu Dive atau Tiger mereka bisa mengunakan lagu dari yang lain. Dia melihat masa depan perusahaan itu tergantung dengan Shi Woo. Hyun Wook pikir itu sudah saatnya mereka mengambil resiko. Dia tak suka dengan lagu yang sama dan mengikuti trends. 

Ia pikir Hae Yoon tidak tahu susahnya membuat lagu hits dengan mengikuti lagu yang sudah ada. Dia tahu Hae Yoon itu khawartir tapi ia meminta supaya Hae Yoon bisa mempercayai dirinya. Dia tidak bisa kehilangan intuisinya walaupun ia sudah tidak bisa mendengar dengan baik. "apakah ada motif tersembunyi?" tanya Hae Yoon penasaran. Dia melihat Hyun Wook memberikan perhatian pada Se Na. 

Hyun Wook membalikan badannya yang sudah berjalan. Dia ingin Hae Yoon mengingat saat ia ingin berhenti sekolah dan memilih untuk menulis lagu. Saat itu Hae Yoon mengatakan dirinya itu lebih baik dari penulis lagu di dunia. Dan ia meminta Hae Yoon untuk memberikan kesempatanyang sama dengan Se Na. Hyun Woo pikir Hae Yoon tidak boleh egois dengan penulis lagu pemula. 


Hyun Wook menemui Shi Woo yang baru berlatih dance selama 7 jam, dia tersenyum melihat anak didiknya. Dia meminta Shi Woo untuk lebih santai lagi dan mejaga kesehatannya. Dia melihat Shi Woo akan pingsan sebelum albumnya rilis. Shi Woo menanyakan kenapa harus dirinya yang keluar lebih dulu bukan Ra Eum. Hyun Wook menjelaskan dengan situasi sekarang Ra Eum bisa menghasilkan uang lebih banyak. 

Dia melihat lebih baik Shi Woo yang mengeluarkan single lebih dulu. Dia mengumpakan apabila ada orang yang membawa pisau, mereka juga harus melakukannya dan itu akan menjadi pertandingan yang besar. Shi Woo menceritakan hubungan ia dan Rae Hoon sudah buruk dari awal. Dia ingin tahu hubungan antara Produser Seo dan presdir Wook. 

Saat itu Se Na masuk ke dalam ruang tari, sesuai perintah Hyun Wook. Lalu Hyun Wook mengatakan ia sengaja datang untuk memberitahu sesuatu pada mereka berdua. Dia memberitahu tim sudah memilih lagu untuk solo Shi Woo dan itu lagu Yoon Se Na. Dia berharap itu berita baik untuk mereka berdua. 


Keduanya diam memantung mendengar berita dibawakan, Hyun Wook sudah meninggalkarn ruangan. Tapi mereka masih saja terdiam. Se Na tak percaya dengan yang terjadi, dia berlari ingin menghampiri Hyun Wook tapi ia sudah sibuk berbicara dengan staff yang lainnya. 

Akhrinya dia memilih berlari menuruni tangga dan tersenyum bahagia sendirian.  Se Na juga menelp Hong Jong, dia ingin memberitahu berita besar untuk temannya. Shi Woo sendiri masih tak percaya secepat itu ia bisa rilis lagu barunya. 


Presdir Lee sedang menanyakan tanaman yang akan ia beli, di depannya ada mobil yang mengamati, seperti sedang mengintai. Hee Sun tak percaya suaminya pergi hanya untuk membeli  bibir selada. Ternyata itu oran suruhan istrinya. Dia meminta mereka tetap mengikutinya karean ia tak tahu apa yang akan dilakukan selanjutanya oleh suaminya. Dia menyuruh mereka berhati-hati dan jangan sampai ketahuan. 

"aku seperti berada dalam opera sabun" keluhnya.


Tiba-tiba ada suara yang mengagetkannya, Tae Min datang menyapa Hee Sun, "kenapa kau tidak menjawab telpku?" tanya. Hee Sun beralasan dia tidak mengangat telp dari nomor yang tidak ia kenal. Tae Min memberikan bill saat mobilnya masuk bengkel. Hee Sun meminta Tae Min untuk mengirimkannya nomor rek dan nomor yang harus ia hubungi. 

Tae Min melihat wajah Hee Sun itu berbeda saat mereka bertemu "apakah terjadi sesuatu pikiranmu?" tanyanya. Hee Sun pikir Tae Min tidak perlu mengkhawatirkan dirinya. Tae Min hanya peduli karena ia mengalami kecelakaan, lalu dia memilih pamit pergi. "Tuan Kang... mengapa kau bercerai?" ucap Hee Sun yang melihat Tae Min akan pergi. 

"istriku jatuh cinta lagi" jawab Tae Min. Hee Sun melotot kaget, Tae Min menceritakan prianya adalah teman istrinya saat SD. Hee Sun tak percaya dan marah karena istri Tae Min selingkuh. Tae Min menjelaskan, mungkin sebagain orang akan kasihan padanya, tapi dia melihat istrinya dan pria itu cinta. Hee Sun tak percaya Tae Min membiarkan saja itu terjadi. 

Tae Min tak bisa menghalanginya, karena itu cinta. Hee Sun hanya bisa diam, Tae Min menceritakan itu sudah lama terjadi dalam hidupnya dan dia bisa menceritakan sekarang. Lalu ia pergi dengan langkah perlahan. Hee Sun melihat punggung Tae Min seperti ia merasakan yang Tae Min rasakan. 


Hong Jong berlari menemui Se Na ia tak percaya Shi Woo akan menyanyikan lagu buatannya. Se Na menganggu, Hong Jong langsung histeris, dia terharu sampai ingin menangis. Dia memuji Se Na yang sangat hebat sekali. Lalu dia memutuskan untuk membelikan daging untuk perayaan mereka. 

Se Na menarik tangan temannya, dia ingin menanyakan restoran mewah di Gangnam. Hong Jong menyarankan Se Na pergi ke La Mondy, yang sekarang sering dibicarakan oleh pelanggannya. Se Na menanyakan harga makanan disana.  "mungkin sekitar 200.000 won" ucap Hong Jong. Lalu dia meminta Se Na tidak perlu mengajaknya pergi ke restoran mewah seperti itu. 

"tidak seperti itu, masalahnya adalah...." ucap Se Na, Hong Jong binggung.


Sung Jin sedang memainkan piano sambil bersenandung. Hae Yoon mendengarnya tapi pikiranya seperti melayang, lalu ia bertanya "mengapa seseorang bisa menjadi menyedihkan karena orang lain?" Sung Jin hanya melirik dan tetap memainkan pianonya. Hae Yoon menghela nafas, dia merasa tak puas dengan keadaan seperti ini. 

"hei.... itu yang kau pikirkan saat aku bermain piano dan bernyanyi?" protes Sung Jin Hae Yoon tersenyum, dia meminta maaf dan memuji lagu yang dibawakan Sung Jin sangat manis. Sung Jin meminta temannya itu tidak ada disekitarnya ketika sedang emosi. Lalu Sung Jin menyanyikan lagu yang membuata Hae Yoon sedikit tersenyum. 


Hae Yoon akhirnya menemui Hyun Wook yang sedang minum kopi. Dia sudah memikirkannya dan ia merasa sangat bagus. Hyun Wook memicingkan matanya, Hae Yoon tahu Se Na itu punya bakat dan ia mengakui firasat yang dimliki oleh Hyun Wook. Hyun Wook tersenyum, dia meyindir Hae Yoon yang gampang sekali berubah. Hae Yoon merasa dia sudah melakukan dengan cara yang benar. 

"mari kita makan malam untuk merayakannya, bersama Se Na juga" ajak Hae Yoon. Hyun Wook sempat terdiam, lalu ponselnya berbunyi. Se Na meminta Hyun Wook  datang ke La mondy di Cheongdamdong jam 7 malam, ia akan menunggu sampai Hyun Wook datang. Lalu telp di tutup begitu saja. Hyun Wook sempat memanggil tapi ponsel sudah dimatikan. 

"apa dia ingin makan malam? itu bagus!" ucap Hae Yoon. Tapi wajah Hyun Wook terlihat khawatir. 


Se Na sudah menunggu direstoran, wajahnya tersenyum melihat Hyun Wook datang tapi berubah melihat Hae Yoon berjalan dibelakangnya. "mengapa kalian datang bersamaan?" tanya Se Na binggung. Hyun Wook menjelaskan Hae Yoon juga ingin mengucapakan selamat padanya. Hae Yoon merasa ini kesempatan yang baik untuk dirinya. Se Na hanya bisa terdiam. 

Saat memesan makana, Hae Yoon ingin memesan sampanye. Lalu pelayan menyarankan minuman Grand Cendo atau Pinot Grigio. Lalu Hae Yoon memilih Grand Cendo, Se Na melihat harga sampanye di daftar menu. "maaf... aku tidak mampu membeli sampanye" ucap Se Na. Hae Yoon sedikit tertawa, dia pikir Se Na tidak perlu khawatir karena ia yang akan membayar semuanya nanti. 

Se Na menolaknya, dia sudah berjanji untuk mentraktir jadi dia yang akan membayarnya. Mereka berebutan saling ingin membayar. Hyun Wook memegang kepalanya, dia terlihat pusing dengan tingkah dua wanita itu."mengapa kalian berdua tidak diam? aku yang akan membayarnya" ucap Hyun Wook. Keduanya akhirnya menghela nafas dan diam, mata mereka beradu seperti tak mau kalah. 


Sementara Shi Woo sendiri mendengarkan lagu diruang rekaman, dia seperti belum yakin dirinya bisa menyanyi solo, dia merasa sangat menyedihkan sekarang. Shi Woo mencoba relax dan santai dengan bersandar dibangkunya. 

Kembali ke restoran. 

Hae Yoon merasa dirinya terlambat mengucapkan selamat pada Se Na. Dan Se Na mengucapkan terimakasih padanya. Hae Yoon mengutarkan sedikit kekhawatirannya karena Se Na mengajak Hyun Wook makan malam berdua di tempat semewah itu. Dia melihat Se Na merasa bahwa Hyun Wook itu sangat membantunya. Hyun Wook seperti memperingatkan Hae Yoon. 

"kenapa? aku boleh menanyakan hal seperti itu?" jelas Hae Yoon. Lalu ia bertanya dimana pertama kali mereka bertemu. Se Na menjelaskan mereka bertemu di hotel tempat kerjanya dulu. Hae Yoon tak yakin Hyun Wook bisa menemukan bakat musiknya saat Se Na sedang berkerja di hotel. Dia menyindir itu sebuah kebetulan yang sangat luar biasa. 

Hyun Wook menceritakan mereka yang bertemu  beberapa kali setelah itu. Hae Yoon pikir itu sangat tidak mudah, Se Na menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran. "apa hubungan kalian ?" tanyanya. Hae Yoon tidak menjelaskan, dia bertanya pada Hyun Wook bagaimana ia mengartikan hubungan mereka. Hyun Wook pikir untuk apa Se Na ingin mengetahui hal itu. 

Se Na mengatakan ia juga boleh menanyakan tentang hal itu juga. Hyun Wook menjelaskan mereka sudah berteman selama 10 tahun lebih. "jadi kalian tidak berkencan?" tanya Se Na kembali. Hyun Wook menjawab "belum". Lalu ia menghela nafas panjang, dia mengucapkan selamat pada debut lagu yang dibuat Se Na. Dia juga mengucapkan selamat pada Hae yoon yang berhasil menemukan  penulis lagu yang bakat. 

"Senang?? Mari kita pergi!!" ucap Hyun Wook yang pergi meninggalkan restoran. 



Hyun Wook mengajak Se Na masuk ke dalam mobilnya. Hae Yoon sudah berjalan masuk ke dalam mobil . Se Na terdiam melihat Hae Yoon yang duduk disamping kemudi. "mengapa diam?? aku akan mengantarmu!!" ucap Hyun Wook. Se Na menolaknya, ia memilih untuk naik bus saja. Hyun Wook tak memaksa, dan langsung masuk mobil. 

Se Na terlihat kesal dengan sikap cuek Hyun Wook, akhirnya dia berjalan keluar dari restoran. Tapi Hyun Wook melihat dari kaca mobilnya Se Na yang berjalan meninggalkan restoran sendirian. Dia pikir Hae Yoon tidak bersikap dewasa saat mengucapkan selamat. Hae Yoon merasa tidak caranya untuk menunjukan rasa cemburu secara dewasa. Dia menegaskan dirinya tak suka memberikan perhatian pada wanita lain. 

Hyun Wook hanya bisa terdiam, lalu Hae Yoon menenangkan dirinya, dia akan mengeluarkan sbeuaha kebenaran. Hyun Wook pikir lebih baik mereka membicarakan tentang kebenaran itu lain kali saja. Lalu keduanya memasang sabuk pengaman dan pergi. 


Saat berjalan ke halte bus, Se Na melihat mobil Hyun Wook yang berjalan begitu saja tanpa berhenti. Dia hanya bisa mengehela nafas karena sikap Hyun Wook yang tidak peduli. Hyun Wook sudah sampai dirumah, dia duduk sambil melihat ponselnya. Dia teringat saat melihat Se Na pergi sendirian dari restoran. 

Hyun Wook mengehela nafas panjang dan menaruh ponselnya begitu saja. Dal Bong datang, sambil mengelus anjing kesayangannya, dia merasa sikapnya itu terlalu keras pada Se Na dan seharusnya ia tidak perlu melakukan itu. 


Presdir Lee sedang menyiram tanaman seladanya, dia berbicara pada tanaman itu untuk tumbuh dengan baik supaya ia bisa memakannya lima hari kedepan. Ponselnya berbunyi, Seseorang ingin bertemu dengannya. Ia setuju, dia akan datang lima menit lagi. Istrinya medengar dari belakang suamianya ingin bertemu dengan seseorang. 


Seperti paparazi yang mengikuti seorang artis, Presdir Lee juga di ikuti sesorang dengan lensa kamera yang panjang saat masuk ke dalam sebuah hotel. Hee Sun seperti uring-uringan di rumahnya, dia membaca pesan dari orang surahannya, ia melihat foto suaminya dengan seorang pria. Menurut orang suruhanya itu suaminya bertemu dengan seorang investor dan sekarang sedang menuju ke kantor. 

Hee Sun tak percaya melihat suamianya yang bertemu dengan investor bukan dengan seorang wanita. Dia kesal karena ia pikir suaminya itu sedang bercanda, sambil mengumpat kesal dia meginjak-nginjak tanaman selada milik suamianya. "matilah kalian semua" teriaknya. 


Se Na sedang berdiri sampi bersadar di depan lokernya, Shi Woo datang melihatnya dan menghampiri sambil mendorong pintu loker Se Na. "apa ada yang salah?" tanyanya. Se Na binggung, Shi Woo melihat wajah Se Na seperti sudah  baterai. yang kehabisan daya.  Se Na menyangkal, dia merasa penuh dengan energi. Shi Woo tetap menatap Se Na dengan curiga. 


"bagaimana perasaamu menyanyikan laguku?" tanya Se Na. Shi Woo merasakan dirinya sekarang yang penuh dengan energi. Se Na sedikit tak percaya, lalu Shi Woo merasa Se Na itu punya banyak nyali. Dia memberitahu perusahaan akan membuat acara di club nanti malam. Se Na pikir dirinya itu harus pergi kesana. "apa kau diasingkan juga?" ucap Shi Woo sedikit menyindir. 

Se Na seperti mengiyakan, tapi dia menanyakan apakah ia bisa datang dengan pakaian yang ia gunakan sekarang. Shi Woo menyuruh Se Na lebih baik tidak pergi dan bersamanya saja. Se Na sempat menatap Shi Woo, lalu ponselnya berbunyi. Dia mendapatkan telp dari Hong Jong lalua pamit pergi. Shi Woo melihat kepergian Se Na, hanya bisa menghela nafas dan bersandar di pintu loker. 


Presdir Lee datang ke kantornya, di lobby ia bertemu dengan semua anak magangnya. Dia melihat Yoon Jin yang semakin kurus. "apakah itu karena nenekmu?" ucapnya perhatian. Yoon Jin tersenyum, dia melakukan itu karena musim telah berubah. Lalu dia melihat Do il dan Roy, ia menyuruh keduanya untuk olahraga supaya menjadi pria menjadi dengan bahu yang lebih besar. 

Do il mengerti, Presdir Lee menegur Roy yang diam saja. Roy mengingatkan citra yang dibuat Presdir Lee adalah pendiam. Presdir Lee memberikan pengecualian,  kalau Roy harus berbicara dengan dirinya. "siapa yang memberimu izin lebih cantik?" teriaknya pada si manager gemuk. Wanita gemuk itu tersenyum menceritakan, ia sengaja melakukan perawatan rambut karena hari ini mereka akan keluar bersama. 

"kau tidak boleh lebih cantik dari pada anak magang" teriak Presdir Lee kembali. Semua anak magang tersneyum, mereka terlihat bahagia bertemu dengan presdir yang suka memuji mereka dengan teriakan. Tae Min datang menghampiri Presdir Lee. "aku datang bukan untuk menemuimu" ucap Presdir Lee ketus, lalu pergi begitu saja. Tae Min binggung untuk apa presdir Lee datang ke kantor. 


Ternyata Presdir Lee menemui anaknya. Dia tahu Hyun Wook yang sudah memilihkan lagu solo untuk Shi Woo, dia melihat itu suatu semangat dan perasaan yang bagus. "apa kau sudah menyelesaikan kondisi keluargamu?" tanya Hyun Wook sinis. Presdir Lee menegaskan dirinya duduk disini bukan sebagai ayahnya. Dia menyuruh Hyun Wook untuk mengunakan lagu Dive karena ia sudah membayar mahal. 

Hyun Wook memperingatkan ayahnya sekali lagi untuk tidak mencampuri urusan perusahaan. Presdir Lee tahu pemenangnya adalah lagu Dive jadi lebih baik anaknya itu mengunakan lagu itu. Dia ingin Hyun Wook bisa mengangkat penampilan artisnya dengan kuat jadi dia harus mengambil jalan yang baik sesuai pilihannya. Hyun Wook menegaskan dirinya nanti yang memutuskanya. 

Setelah itu Presdir Lee memberitahu dirinya yang bertemu dengan investor Jang dan ia akan menarik investasinya. Dia menyalahkan lagu pilihannya membuat tuan Jang mundur, karena ia tahu sifat tuan jang tidak seperti itu. Menurut Hyun Wook mereka tidak perlu minta izin pada investor karena mereka tidak tahu dengan musik. 



Presdir Lee menjelaskan kalau mereka kehilangan investor dalam keadaa seperti ini, maka ANA akan hancur. Hyun Wook menegaskan dirinya tidak bisa menerima perintah yang konyol. Dia sendiri yang akan memikirknanya, kalau ia kehilangan investor maka ia akan mencari investor yang baru. Predir Lee berteriak dirinya sudah membangun ANA selama 30 tahun. 

"dan kau juga yang membuat perusahaan ini menjadi kacau" teriak Hyun Wook tak mau kalah. Maka dari itu Presdir Lee merasa ia harus membuat jalan keluarnya. Hyun Wook mengatakan dirinya akan melakukan semuanya sampai debut Shi Woo, jadi dia minta ayahnya untuk tidak mencampuri urusannya. Dia ingin menjalankan perusahaan dengan caranya sendiri. 

"masalah apa yang terjadi apabila perusahaan hancur" teriak presdir Lee. Hyun Wook menatap ayahnya, dia pikir ayahnya itu tidak percaya padanya. Presdir Lee menjelaskan untuk saat ini Perusahaan itu lebih penting dibanding anaknya. Hyun Wook pikir ayahnya selalu berpikiran seperti itu setiap saat, menurut sang ayah perusahaan itu lebih penting dari pada keluargnya. 

Presdir Lee pikir Hyun Wook bisa membencinya nanti, tapi dia meminta anaknya itu bisa mendengarkannya saat ini. Hyun Wook mengatakan dirinya yang akan bertemu dengan Tuan Jang. Presdir Lee tak habis pikir kenapa tuan Jang sampai terganggu bertemu dengan Hyun Wook setelah itu ia pergi. Hyun Wook terlihat pusing dengan keadaan sekarang. 


Se Na ditarik masuk ke dalam salon tempat kerja Hong Jong dan ia pikir temannya itu tidak perlu melakukannya, ia hanya perlu meminjam baju saja. Hong Jong melihat itu kesempatan untuk dirinya membuat penampilan yang baru. Dia tahu Se Na terlihat salah kostum saat pergi ke restoran. 

Hong Jong memulai dengan menyemprotkan pelambab muka, lalu mengoleskan bedak, memulas mata, menjepit bulu mata dan membuat garis eyeliner. Tak lupa ia juga memakaikan maskara. Hong Jong memberikan sentuhan lipstik terakhir, "ini adalah lipstik yang membuat keingan terkabul" ucapnya. Dia mengoleskan dengan rapi di bibir Se Na dan mengubah tatanan rambutnya. 



Hyun Wook sedang duduk sambil memegang kepalanya. Sung Jin masuk, "apa yang dilakukan presdir diruanganya ketika kita membutuhkan kartu kreditnya" godanya. Hyun Wook melihat Sung Jin yang datang, dia menayakan kenapa ia tidak pergi. Sung Jin tahu Hyun Wook tidak pergi, tapi ia harap Hyun Wook bisa datang malam ini. Hyun Wook melirik temannya. 


Di sebuah club, Hae Yoon datang menghampiri anak magang yang  menari sambil memegang minuman. Dia memperingatkan semuanya untuk jangan banyak minum dan tidak terjadi kecelakaan saat pulang. Lalu dia menyuruh anak magang supaya bersenang-senang. Hae Yoon berjalan mengampiri Sung Jin,  dia memujinya terlihat baik sekarang. Sung Jin membangkan dirinya yang selalu telihat baik.

Hyun Wook sempat melihat Hae Yoon datang. Lalu Sung Jin menyuruh Hae Yoon untuk duduk saja, dia akan menemukan gadis cantik di tempat ini, jadi dia tidak akan putus asa di tempat ini. Matanya mencari sosok wanita, tak sengaja ia melihat Se Na yang datang dengan penampilan berbeda. Hyun Wook menatap dalam, Se Na yang sempat terjatuh melihat Hyun Wook yang menatap ke arahnya. 


Di tempat rekaman, Shi Woo sedang duduk sendirian di ruang rekaman. Ra Eum datang, dia menayakan kenapa Shi Woo tidak datang ke club. Shi Woo menegaskan dirinya tidak punya waktu dan energi untuk pergi ke tempat seperti itu. Ra Eum tahu pria disampingnya itu merasa khawatir. Dia memberitahu Rae Hoon sedang rekaman dengan tim Lady Gaga. 

Ra Eum juga tahu Rae Hoon itu memiliki tim yang bagus dalam lagu, tarian dan video musik. Shi Woo merasa informasi yang dibawa Ra Eum sangat spesifik padahal ia tahu mereka sudah putus. Ra Eum tahu, makanya ia mencarinya secara rinci karena ia ingin Shi Woo bisa memukulnya. Shi Woo melirik tajam, Ra Eum pikir Shi Woo tak ma melakukan itu. 

"aku akan percaya presdir Wook" ucap Shi Woo. Ra Eum juga berpendapat yang sama, setelah itu ia akan mendapatkan yang mereka inginkan. Menurutnya tidak hanya menjadi baik saja untuk mendapatkan yang Shi Woo inginkan tapi ia harus menuntutnya. Dia akan marah apabila Shi Woo hanya menjadi  urutan kedua dari Rae Hoon. Shi Woo kembali melirik, Ra Eum pamit pergi. 


Kembali ke Club, Sung Jin sedang menari bersama Se Na dibawah. Hyun Wook tersenyum melihat Sung Jin yang mengajak Se Na menari-nari mengikuti musik.  Hae Yoon melihat Se Na yang cantik, dia menanyakan apakah telinganya itu baik-baik saja. Hyun Wook tersenyum, dia merasa baik-baik saja. Dia menyuruh Hae Yoon turun dan bersenang-senang. 

Hae Yoon mengelengkan kepala, Do il datang mengampiri keduanya. Dia mengajak keduanya untuk turun dan bersenang-senang. Hae Yoon akhirnya mengikuti ajakan dari anak magangnya, tapi Hyun Wook tetap ingin ada diatas dan tidak mau turun. Hae Yoon yang baru turun tak sengaja terkena tumpahan minuman dari si wanita gemuk. Dia akhirnya pergi begitu dari lantai dansa. 

Se Na memilih menghindar dari Sung Jin, matanya melihat kearah Hyun Wook yang duduk dibagian atas. Seperti suara musik DJ tidak bisa mengalihkan pandangannya. Hyun Wook juga melakukan hal yang sama ia melihat Se Na yang berdiri dibawahnya. 


Suara musik DJ tiba-tiba memekikan telinga, Hyun Wook merasakan rasa sakit di telinganya, dia berusaha untuk menutup telingannya. Badannya terlihat melemah dan mencoba berjalan keluar dari kursinya, Se Na melihat Hyun Wook yang menutup telinga dan terhuyung-huyung berjalan keluar club. 


Hae Yoon yang pergi ke toilet merasa kesal karena bajunya terkena tumpahan minuman, saat keluar toilet dia bertemu dengan Jae Young. "jangan salah sangka, perusahaan ku juga mengadakan acara di club ini" jelas Jae Young. Hae Yoon meminta maaf karena dirinya tak bisa mengucapkan selamat padanya. Sebelum Hae yoon pergi, Jae Young ingin mengatakan sesuatu padanya. 

"tidak ada yang perlu dibicarakan denganmu" tegas Hae Yoon. Jae Young mengatakan ini tentang perusahaan, dia dengan Tuan Jang sudah menarik investasinya. "apa kau ingin tahu alasannya?"ucapnya. 


Di luar Hyun Wook duduk dengan tubuhnya yang sedikit melemah dan kepalanya sedikit sakit, Se Na datang menanyakan keadaannya. Hyun Wook mengatakan ia baik-baik saja hanya musiknya saja yang terlalu keras. Se Na menanyakan apakah kepalanya sakit. Hyun Wook mengakui memang kepalanya sakit.

"ada cara supaya  kau lebih baik jika kepalamu sakit" jelas Se Na.  Dia memperangakn dengan memegang telinga seperti seolah-olah ada air di dalam telinganya. Setelah itu angkat kakinya dan melompat satu kaki. Hyun Wook tertawa, Se Na yakin itu pasti berhasil. Hyun Wook melihat kedekatan Se Na dan Hyun Wook di depan matanya. 


Se Na yang sedang memperagakan caranya kehilangan keseimbangannya, Hyun Wook langsung memegang tubuh Se Na supaya tidak terjatuh, dia memeluknya. Se Na terlihat gugup begitu juga Hyun Wook. Se Na mengucapakan terima kasih karena itu yang ingin ia katakan padanya. Hyun Wook terdiam. 

Jae Young pikir Hae Yoon tidak asing dengan adegan yang baru ia lihat. "itu seperti saat Hyun Wook jatuh cinta dengan Yoon Soo Eun" ucapnya. Hae Yoon hanya terdiam melihat Hyun Wook dan Se Na berpelukan di tempat parkir di depan matanya. 

Bersambung ke Episode 7 

Share this post :

Đăng nhận xét

 
Support : Mas Template
Copyright © 2011. Free Download Movies - All Rights Reserved
Share by BIT Templates Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger